SANDARAN
TERAKHIRKU
Dalam larutnya
malam yang dingin
Aku hanya berselimutkan angan yang semu
Pikiranku entah kemana menerawang tak tentu tuju
Hati bergejolak setiap
waktu
Aku tak tahu degup-degup jantung tanpa ada bicara
Mentertawakan aku yang semakin bingung dan dilema
Aku bertanya pada mataku
Tapi tak mampu tampakan
Aku bertanya pada tangan
Tapi tak mampu
tulisakan
Kemudian hati ku ajak untuk berbagi kebingungan itu
Hati berkata jujur namun aku tak mampu
Aku tak mampu berpisah darinya
Oh Tuhan……………………………
Jangan pisahkan aku darinya
Satukan aku padanya
Pinang aku dengan ketakwaannya
Rangkul aku dengan jemarinnya yang senantiasa
Berzikir karena mu ya Illahi
Jangan kau ambil nyawanya dengan menumpahkan air mata yang kecewa
Beri tahu dia lewat hidayahmu ya Illahi
Aku ingin menjadikanya
Persandaran terakhirku Yang mampu membelai rambut putihku dikala aku letih
Oleh waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar