Rabu, 01 Februari 2012

SEJENAK MERENUNG UNTUK AYAH & IBU



Wahai saudara/I ku perhatikanlah saat kedua orang tuamu terlelap ditidur malamnya dikala lelah menyelimuti mimpinya, pandangilah wajahnya dengan penuh cinta kasih. Diwajahnya tampak kelelahan yang terdengar dari deru nafasnya namun selalu ceria yang dia tampakan saat mata terbuka dipagi yang buta, bayangkan ketika wajah yang terlelap itu, ternyata terlelap untuk selama-lamanya.                                                                                   Sudahkah kita membalas kebaikanya pada saat ini? Sudahkah kita menoreh senyum bangga dibibirnya, sudhakah kita mengajaknya dalam kebaikan jika  mereka khilaf dalam salahnya, sudahkah kita membayar sedikit uang yang kita pakai darinya selama kita hidup sampai sekarang, sudahkah kita menangis bersimpuh dipangkuanya meminta ampun dengan semua kesalahan yang kita lakukakan selama ini, sudahkah kita merawatnya dikala beliau sakit, sudahkah kita memberikan cinta kasih serta sayang kita pada mereka seperti apa yang mereka berikan pada kita sampai detik ini sehingga kita masih bisa bernafas dengan doa-doa tulus mereka disetiap detik helaan nafas mereka, sudahkah kita berjanji untuk tidak mengucapkan kata kasar saat berbicara pada mereka, sudahkah kita berusaha menjadi anak yang sholeh/sholeha agar doa kita diijabah oleh Allah SWT yang kekalnya untuk kebahagian abadi untuk diakhirat nanti.                            Wahai saudara/iku kapan lagi kita akan memulai dan menambah ketakwaan pada diri kita, jika tidak dari sekarang? Dapatkah kita memperikarakan, menentukan, membaca, dan mengetahui umur kita dan kedua orang tua kita kapan akan menghadap kepada sang khalik? Kedua orang tua kita sejatinya mereka tidak menuntut apa-apa dari kita, yang terpenting adalah anaknya bahagia. Tetapi pernahkah kita memikirkan kebahagianya didunia? Apa lagi diakhirat sejatinya kehidupan yang abadi dari kehidupan yang lainya. Jika pun kita memikirkan bagaimana membahagiakanya didunia namun tak sempat terbalaskan oleh materi, popularitas, prestasi, tindakan dan lainya.                  Kita bisa memberikan hadiah yang terindah untuk mereka dengan sebuah kado terindah dan itu hanya cukup dibeli dan dibayar dengan ketakwaan kita sebagai hambanya yang taat dan mendapat gelar sebagai anak sholeh/a  dari Allah langsung sebagai juri yang adil. Gelar itu tidak serta merta kita dapat dengan tanpa pengorbanan dan keikhlasan tapi itu semua bisa kita raih dengan banyak cara antara lain yaitu: melakukan ibadah dengan syariatnya, memupuk kebaikan disetiap celah perselisihan antara umat, menyeimbangkan hubungan antara manusia dan Allah serta manusia dan manusia, berusaha menjauhi larangannya dan mentaati perintahnya dan masih banyak lagi amal ibadah yng lainya tentunya dapat meningkatkan point kita terhadap penilaian Allah kepda hambanya agar mendapat tempat dan gelar/status yang baik dimata Allah.                                 Nah fikiran kita pasti bisa mengmbil keputusan saat membaca artikel ini mau berubah sekarang, nanti atau tidak sama sekali bahkan mengabaikan kata-kata ini itu terserah kepada anda saudara/iku. Pernah mendengar sebuah hadist dimana doa anak yang sholeh sangat berarti untuk orang tua mendapat ampunan dari kesalahan yang mereka lakukakan sehingga mendapat keringanan dari Allah SWT. “Apabila seorang hamba meninggal maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal yaitu: sadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak-anak yang sholeh yang mendoakan orang tuanya. Jadi kesimpulanya hanya doa anak yang sholeh/a yang dapat diterima oleh Allah.                                                                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar